Wisata Candi Prambanan Sejarah Kejayaan Hindu Masa Lampau

Candi Prambanan 

Jogja memang terkenal sebagai surganya pecinta travelling, mulai dari keindahan pantainya, keberadaan Gunung Merapi yang mempesona, hingga peninggalan prasejarah yang unik dan menyimpan segudang estetika. Dan kali ini saya akan mengulas tentang salah satu peninggalan prasejarah yang bercorak Hindu yang dikenal sebagai Candi Prambanan. Candi ini juga sering disebut dengan candi Roro Jonggrang, karena legendanya yang lekat dengan bangunan candi yang megah ini. Candi Prambanan, merupakan salah satu candi Hindu terbesar yang dimiliki Indonesia, bahkan menjadi candi yang diakui memiliki estetika yang sangat tinggi.

Lokasi Candi Prambanan berada pada daerah perbatasan antara Jawa tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Letak Candi Prambana di desa Bokoharjo, kecamatan Prambanan, Sleman. Namun untuk pintu masuknya berada di desa Tlogo, kecamatan Prambanan, Klaten. Sangat unik letaak candi ini.

Bangunan candi ini sudah ada sejak abad ke – 9 masehi. Candi Prambanan dibuat untuk pengabdian dan pemujaan pada 3 dewa utama agama Hindu yang sering disebut sebagai “Trimurti”. Mereka adalah, Brahma sebagai Dewa pencipta, Wisnu sebagai Dewa pemelihara dan Siwa sebagai Dewa pemusnah. Dalam ajaran agama Hindu, ketiga Dewa ini diyakini memiliki kekuatan yang sangat dahsyat.wisata candi prambanan

Awalnya, pada kompleks candi Prambanan terdapat 240 candi, namun kerena sebab tertentu sekarang hanya tersisa 18 candi saja, sangat disayangkan bukan ?. Wilayah Candi Prambanan terbagi atas 3 bagian, bagian luar, tengah yang berisi kempulan candi dan bagian dalam dipercaya sebagai tempat tersuci dari seluruh wilayah candi. Ketiga bagian ini dibatasi oleh dinding yang terbuat dari batu andesit dan apabila kita lihat sekilas Candi Prambanan berbentuk seperti lahan bujur sangkar.

Pintu masuk Candi Prambanan berada pada sisi timur, ini merupakan pintu masuk yang utama karena candi ini memiliki 4 pintu masuk dari segala penjuru mata angin. Pada dinding – dinding candi ini terlukis barisan relief yang sangat apik. Relief ini menceritakan tentang agama Hindu. Mulai dari cerita Ramayana yang menggambarkan Shinta diculik oleh Rahwana, hingga Sri Krisna yang menjadi reinkarnasi dari Dewa Wisnu. Anda bisa mulai membaca relief seperti arah putaran jarum jam.

Candi Prambanan memiliki keindahan dan estetika yang menarik, sehingga tak heran jika candi ini juga termasuk dalam salah satu situs warisan dunia yang terdaftar di UNESCO. Arsitektur berbentuk tinggi dan ramping dari bangunan Candi Prambanan turut menjadi nilai tambah tersendiri. Tinggi Candi Prambanan 47 meter. Termasuk candi utama yang dikelilingi barisan candi – candi kecil di sekelilingnya. Warisan ini merupakan aset yang sangat penting, sehingga tak heran jika para wisatawan domestik meupun mancanegara berbondong – bondong untuk mengunjungi Candi Prambanan.

Sejarah Candi Prambanan

Candi Prambanan adalah sebuah candi yang beraliran hindu. Candi ini memiliki kemegahan dan nilai seni budaya yang tinggi dan dibangun pada masa Jawa kuno oleh Rakai Pikatan. Menurut beberapa penelitian, Candi Prambanan lahir pada masa yang sama dengan Candi Borobudur dan candi Sewu. Sehingga menguatkan statement tentang persaingan antara ketiga candi tersebut. Sejarawan menduga pembangunan Candi Prambanan menandai bangkitnya keluarga Sanjaya atas tanah Jawa. Menurut teori “ Wangsa Kembar ” yang terdiri dari wangsa Sanjaya penganut agama Hindu dan wangsa Sailendra penganut agama Budha. Hal inilah yang menjadikan timbulnya persaingan antara kedua saudara. Sehingga berlomba – lomba untuk meningkatkan kekuasaannya masing – masing dengan bersama – sama membuat sebuah candi.

Candi Prambanan dibangun pertama kali oleh Rakai Pikatan pada tahun 850 Masehi. Namun dilanjutkan lagi oleh Raja Lokapala dan Raja Balitung Maha Sambu sehingga terlihat lebih sempurna bahkan diperluas oleh keduanya. Menurut tulisan pada prasasti Siwagrha, candi Prambanan sengaja dibangun untuk dipersembahkan kepada Dewa Siwa. Menurut prasasti tersebut, juga dituliskan nama asli candi ini bukanlah candi Prambanan melainkan Siwagrha. Siwagrha berasal dari bahasa sansekerta yang berarti “ Rumah Siwa ”. Hal ini dikuatkan dengan adanya arca dewa Siwa di ruangan utama yang juga merupakan candi utama.

Bangunan Candi Prambanan beserta sekitarnya terus diperluas dan disempurnakan oleh para Raja Medang, Mataram. Mereka menambah ratusan candi – candi kecil di sekeliling candi utama. Hal ini turut menambah suasana megah dari kompleks Candi Prambanan. Candi Prambanan juga disebut – sebut sebagai sebuah candi agung Kerajaan Mataram pada masa itu. Bahkan diduga, pusat kerajaan Mataram pun letaknya juga tak jauh dari wilayah candi ini, yaitu berada di Dataran Kewu.

Namun sekitar tahun 930 – an mulai ditinggalkan sehingga menyebabkan kerusakan secara perlahan, karena tidak adanya perawatan. Hal ini dikarenakan pusat kerajaan berpindah ke Jawa Timur yang dipimpin oleh Mpu Sindok bahkan sampai mendirikan Wangsa Isyana di sana. Memang tidak ada bukti tertulis mengapa pusat kerajaan berpindah ke Jawa Timur, namun sejarawan menduga hal tersebut dikarenakan adanya letusan dahsyat dari Gunung Merapi yang letaknya tak jauh dari kompleks kerajaan. Kemungkinan lain menyebutkan bahwa, adanya peperangan, sehingga terjadi perebutan kekuasaan. Pada abad ke – 16 Candi Prambanan benar – benar runtuh karena adanya gempa bumi

Tahun 1733 menjadi momen penemuan kembali candi ini. Di prakarsai oleh salah seorang berkebangsaan Belanda bernama CA. Lons. Lalu ketahui oleh Sir Thomas Stamford Raffles, ia memerintah bawahannya bernama Colin Mackenzie, untuk memimpin penyelikan dan penggalian di tanah itu. Namun hal ini tidak berjalan dengan baik bahkan disalah gunakan. Pasalnya pada tahun 1880 – an, penggalian ini malah dijadikan objek untuk kepentingan diri sendiri. Arca – arca serta relief yang ditemukan di ambail oleh warga Belanda dan dijadikan hiasan taman. Sedangkan bongkahan batunya, di ambil pribumi untuk dijadikan bahan pondasi rumah masing – masing. Sungguh disayangkan.
Pada tahun 1930 dilakukan pemugaran secara serius pada kompleks candi ini secara terus – menerus hingga tahun 1993 barulah terlihat bangunan yang sempurna. Namun dengan cara ini banyak bagian candi yang direnovasi dan diganti dengan menggunakan batu baru. Hal ini dikarenakan batu asli dari bangunan ini sebagian besar telah dicuri oleh pihak – pihak yang tidak bertanggung jawab.

Pada tahun 1991, UNESCO mengakui candi Prambanan ke dalam Situs Warisan Dunia yang dilindungi. Saat bencana gempa bumi pada tahun 2006 yang melanda tanah Jogja, mengakibatkan bangunan dan patung rusak parah, sehingga perlu di renovasi ulang. Namun jangan khawatir, saat ini Anda bisa menikmati keindahan Candi Prambanan yang telah direnovasi dengan baik.

Rute Perjalanan Menuju Candi Prambanan

Untuk menuju lokasi wisata Candi Prambanan sangatlah mudah, karena lokasi wisata ini berada di dalam Kota. Bagi Anda yang berasal dari luar kota, bisa menggunakan mode transportasi udara atau darat dan kemudian Anda bisa transit di Kota Yogyakarta atau Semarang, karena kedua kota tersebut yang paling dekat dengan lokasi wisata Candi Prambanan. kemudian dilanjutkan perjalanan ke arah Klaten Yogyakarta, dari sini Anda bisa berjalan kaki atau menggunakan transportasi becak menuju ke pelataran Candi Prambanan. Alamat dari Candi Prambanan sendiri di Jl. Jogja – Solo Km. 16 Prambanan Klaten – Yogyakarta

KegiatanYang Dapat Dilakukan

Candi Prambanan merupakan wujud nyata estetika yang dimiliki sejak zaman purbakala. Berbagai temuan yang menarik akan Anda lihat disana. Sebuah pengalaman yang bermanfaat jika Anda dapat mengunjungi Candi Prambanan, karena seperti yang kita ketahui, candi ini menyimpan nilai seni serta kebudayaan yang tinggi dari agama Hindu pada masa itu. Begitu megah dan tak terbayangkan, pada masa yang begitu lama dapat membuat bangunan kokoh dengan arsitektur dan desain yang tak dapat diragukan lagi.

Selain itu, Anda juga dapat mengunjungi museum di dekat candi. Museum ini berbentuk rumah Joglo yang merupakan rumah adat dari Jawa. Disana anda dapat menemukan berbagai benda – benda bersejarah yang berhubungan dengan Candi Prambanan. Mengabadikan momen berkunjung ke sini juga merupakan sebuah kegiatan yang menyenangkan, beberapa spot terbaik disini bisa Anda manfaatkan selama Anda berkunjung ke Candi Prambanan.

Oleh – oleh dan Kuliner Jogja


Jalan – jalan ke Yogyakarta memang menarik, sehingga tidaklah lengkap jika pulang tidak membawa oleh – oleh khas Yogyakarta, dibawah ini adalah beberapa oleh – oleh khas yang bisa Anda peroleh di Yogyakarta

1. Batik

Karena Anda sudah sampai di Jogja maka akan rugi jika tidak berburu batik dari kota ini. Batik Jogja juga memiliki motif dan warna yang khas. Batik di aplikasikan pada bermacam – macam bentuk. Mulai dari tas, syal, baju, sandal, dan lain – lain. Wisata terbaik untuk berburu batik ada di pasar Malioboro. Pasar ini terkenal sebagai pasar yang harganya relatif murah dibandingkn yang laain. Namun disini, anda harus benaar – benar pintar dalam hal tawar menawar.

2. Bakpia Pathok

Jajanan ini terbuat dari tepung yang diisi dengan kacang hijau didalamnya, selanjutnya di panggang. Namun sekarang, isi dari bakpia menjadi lebih beragam, dengan varian berbagai macam rasa, seperti coklat, strawberry, jeruk, durian, dan lain – lain.

3. Gudeg

Kuliner andalan di kota Jogja. Rasanya yang khas dengan berbagai campuran rempah – rempah yang istimewa membuat gudeg sangat digemari oleh seluruh kalaangan masyarakat. Gudeg biasa disajikan dalam kendi. Namun sekarang sudah tersedia gudeg kering, fungsinya agar tidak cepat basi. Gudeg basah maupun kering sebenarnya sama sajaa, yang membedakaan adalah waktu memasaaknya. Gudeg merupakan kuliner istimewa dari jogja, namun harganya jugaa istimewa. Jadi untuk mendapatkan kuliner yang satu ini, mungkin anda haru merogoh koceh agak dalam.

4. Geplak

Jajanan Geplak terbuat dari irisan kelapa tipis – tipis dengan tambahan gula sertadihias dengan warna cerah menjadikannyasebagai jajanan favorit.

5. Yangko

Yangko juga memiliki warna – warni cerah dan rasa manis, sama seperti geplak. Namun bahan pembuatnyalah yang berbeda.

6. Kaos Dagadu

Jogja juga terkenal sebagai penghasil kaos Dagadu yang khas dengan tingkatan harga yang berbeda – beda sesuai kualitasnya.

Tips Berkunjung ke Candi Prambanan

Untuk memaksimalkan wisata anda, harus dipersiapkan beberapa hal untuk berkunjung ke Candi Prambanan ini, antara lain sebagai berikut :

1. Siapkan Kondisi Fisik

Komplek Candi Prambanan begitu luas, sehingga untuk dapat menapaki seluruh area candi membutuhkan fisik yang kuat agar dapat menikmati setiap sudut keindahannya. Dari ujung satu keujung lainnnya Anda harus dengan cara berjalan kaki. Selain itu cuaca yang terik disaat musim kemarau harus Anda pertimbangkan dengan kondisi badan Anda, karena berwisata tidaklah maksimal ketika pulang harus jatuh sakit.

2. Agendakan Liburan Anda

Agendakan liburan Anda ke Candi Prambanan pada musim kemarau. Datang di bulan Juni, Juli, atau Agustus. Sebab, di bulan-bulan ini cuaca cenderung cerah. Tempat berdirinya Candi Prambanan adalah sebuah lahan outdoor yang begitu luas yang menyerupai gunung. Di sana tidak ada tempat untuk berteduh pada saat hujan turun. Sehingga dikala Anda berkunjung pada musim hujan tentunya tidak bisa menikmati keindahan Candi dengan maksimal.

3. Kunjungan Dalam Kelompok.

Kunjungan secara berkelompok mungkin lebih asik dan seru bagi Anda. Anda bisa bersenang – senang bersama orang – orang yang Anda suka dan cintai. Di Candi Prambanan pengelola memiliki paketan kunjungan bersama dalam kelompok. Kelompok besar tersebut beranggotakan 30 orang. Tentunya dalam perjalanan menikmati keindahan wisata pengelola menyediakan tour guide di setiap kelompoknya. Tour guide tersebut dapat membantu Anda dalam berwisata di Candi Prambanan ini. Ada diskon atau bonus voucer yang di berikan oleh pengelola untuk kunjungan dalam kelompok.

4. Bawalah Payung Dan Gunakan Baju Yang Menyerap Keringat

Sebaiknya pada saat anda berkunjung ke Candi Prambanan Anda membawa payung. Payung tersebut bisa di gunakan untuk menghalau panasnya terik mata hari saat berkeliling di area candi. Saat siang hari, area ini sangatlah panas, karena tidak adanya tempat berteduh.

Untuk baju Anda pakai, sebaiknya menggunakan kain yang bisa menyerap keringat. Kain yang menyerap keringat misalnya kain katun. Candi Prambanan yang begitu luas dan terpisah – pisah antar komplek ini tentunya membuat ada berkeringat dalam menyusuri sudut – sudut keindahannya.

5. Jaga Keutuhan dan Kebersihan Lingkungan

Situasi yang tenang, lahan yang bersih, dan keutuhan bangunan yang terjaga adalah keindahan tersendiri dari sebuah temapat wisata. Anda kemanapun harus selalu menjaga hal-hal tersebut. Di Candi Prambanan sudah sediakan tempat sampah di beberapa lokasi dan terdapat pula beberapa himbauan tentang kebersihan dan keutuhan dari candi tersebut.

Itulah ulasan singkat mengenai Objek Wisata Candi Prambanan, semoga ulasan diatas bisa bermanfaat bagi Anda semua.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.